Senin, 21 Oktober 2013

Maaf..., Dan Lupa.

Kalimat ini sedang trending di kalangan remaja, mungkin kamu pernah membacanya juga, isinya  kurang lebih seperti ini:
Coba kamu ambil sebuah piring, lalu banting ke lantai. Apakah piring itu pecah?
Lalu coba katakan "maaf, saya menyesal" kepada piring itu.
Apakah piring itu kembali utuh seperti semula?
Sekarang apakah kamu mengerti?
Sejak pertama membaca kalimat itu saya hanya tersenyum, beberapa bulan yang lalu saya membacanya di salah satu forum di internet, kalimat itu masih berbahasa inggris dan belum masuk ke Indonesia, masa sebegitu mudahnya menyamakan manusia dengan piring? Dan sayangnya kalimat tersebut akhirnya sampai juga ke remaja indonesia dan sering di sebut-sebut di jejaring sosial.

Ya memang perumpamaan itu dikemas sedemikian rupa hingga menjadi menarik dan bermakna dalam seperti itu, mereka bermaksud memberi tahu kalau kata "maaf" tidak akan bisa mengobati rasa sakit hati mereka. Haha, sebegitu labilnya kah kalian para remaja?

Selasa, 24 September 2013

Saya vs. Kaskuser & Moderator Kaskus

Dulu, saya seorang kaskuser juga, saya mulai mengenal kaskus kalau tidak salah sejak awal tahun 2009 dan mulai menjadi member dan aktif sejak awal tahun 2010, dan sejak saat itu saya merasa kaskus adalah sumber informasi yang lumayan baik, tempat tanya-jawab, sharing hal lucu, diskusi, sampai tempat "nyampah" cuma untuk mencapai iso 2000 post. Disini juga tempatnya copas artikel dari blog atau dari situs berita baik Indonesia atau Internasional, cuma biar keliatan lebih intelek dikit walau cuma copas aja.

Tapi ini tidak bertahan lama sebagai pembaca saja, sampai saya mengenal 9gag dan kemudian Reddit. Mungkin pada akhir 2010 itu lagi ngetrend gambar-gambar lucu termasuk yang hasil photosop dan joke yang berbasis tulisan sudah berkurang peminatnya, dan di waktu yang sama Internet Meme (dibaca "miym" ya bukan "mémé") yang berisi Ragecomic dan Advice Animals juga sedang naik pamor dan belum masuk ke Indonesia. Dan saat itu juga saya mulai menyebarkan meme di thread.

Rabu, 11 September 2013

Proses atau Hasil Akhir?

Bayangkan kamu sedang berada di sekolah dan sedang melakukan ujian akhir, kamu sudah belajar sekeras mungkin dan sudah sekolah serajin mungkin, tetapi pada akhirnya hasil uas kamu sedikit mengecewakan, menyebabkan kamu sulit untuk melanjutkan sekolah atau masuk ke dunia kerja. Sedangkan sebagian anak lain yang sekolahnya sering bolos dan jarang belajar, sebagian dari mereka tidak mencontek pada saat UAS dan sebagiannya lagi mencontek, mereka semua hasil ujiannya lebih tinggi daripada hasi ujian yang kamu miliki, lalu apa yang kamu akan katakan? "Yang penting proses belajarnya, bukan hasil akhirnya", begitu? Tapi intinya kamu tetap sulit melanjutkan sekolah atau ke dunia kerjamu. Jadi yang mana yang harus kita fokuskan? mengusahakan proses yang lebih baik, atau hasil akhir yang lebih baik?

Memang, hampir semua hal di kehidupan dinilai dari hasil akhirnya. Simpel saja, karena menilai proses pasti akan membutuhkan waktu yang lebih lama, sedangkan waktu terus berjalan dan yang di nilai tidak hanya satu orang saja.

Jumat, 06 September 2013

Melihat Berbagi dari sisi berbeda

Akhir-akhir ini temanya uang semua ya? Haha, tapi apa salahnya kan? Kali ini saya mau berbagi bagaimana saya menganggap "berbagi" (termasuk menyumbang atau sedekah dan lainnya),dari sudut pandang saya sendiri.

Pertama mungkin saya akan menyinggung dulu apa itu arti dari kaya dan miskin, tentunya menurut saya. Kaya, adalah kondisi kemampuan seseorang yang memiliki lebih harta dari rata-rata orang sekitarnya yang tidak sungkan-sungkan membelanjakan uangnya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Sedangkan miskin, adalah kondisi keadaan seseorang yang kekurangan harta, sampai-sampai untuk menyambung hidup saja bisa dibilang tidak cukup.

Lalu bergeser ke sisi optimistik. Bagaimana seseorang bisa mencapai kekayaannya? Menurut saya tentu dengan memiliki sifat optimis yang dimilikinya, yang membuat ia selalu yakin akan masa depan yang baik dengan jalan yang ia pilih. Para optimis tidak melihat suatu hal dari sisi resiko terlebih dahulu, tetapi melihat sisi baiknya.

Rabu, 04 September 2013

BOSS BD-2 Blues Driver mod: Ver.2 Final

BOSS BD-2 SEXYMOD! V.2 (final)
codename: Blue River Mod


For Indonesian language please scroll down below.
Untuk tulisan berbahasa Indonesia silakan scroll ke bagian bawah.


After succeed moding BD-2 with tight bottom and loose highs but less harsh, which named BD-2 SexyMod!, about a month ago I tried to modifying it again. And after a bunch of experiment, now I finally finishing this modification of Boss Blues Driver, now with more smooth and more thick mod, not just that, I offer you more option for your own tone shaping option. Since stock BD-2 sound so fuzzy when gain pot set maxed, but too harsh when gain set at noon. Now I call it Blue River Mod.

Okay, lets look at the clone version of schematic offered by http://gaussmarkov.net, this is true bypass version and without input and output buffer, but this schematic is totally based on original BD-2.

(click for larger pic)

Minggu, 01 September 2013

Antara Harta dan Cinta

Menyambung tulisan sebelumnya yang masih tentang uang, menurut kamu mana yang harus lebih diperhatikan terlebih dahulu dalam hubungan percintaan? Apakah kamu memilih melihat kadar kemampuan hartanya, atau kadar kemampuan cintanya?

Bagi yang menjawab kemampuan hartanya dahulu, mungkin karena banyak yang bilang "makan cinta ga bisa hidup", karena segala sesuatu sekarang butuh uang, dan sesuai dengan tulisan saya yang sebelumnya memanglah benar kalau uang adalah sebagian besar dari faktor penentu kebahagiaan dan ketenangan hidup. Tapi saya kembalikan, apakah kamu bisa hidup tanpa cinta?

Coba lihat ke daerah pinggiran yang kehidupannya serba miskin, mereka bisa membesarkan anaknya hingga dewasa dengan uang yang serba kekurangan, bahkan mungkin tanpa uang, tapi apa yang membuat mereka tetap hidup? Ya, cinta dari orang tuanya, dengan cinta orang tua mau melakukan apa saja untuk menjaga anaknya tetap hidup dengan sehat.

Seseorang yang sudah dibutakan oleh cinta akan rela melakukan apa saja untuk menjaga orang yang ia miliki agar tetap bahagia. Tak perlu bermodalkan uang, tetapi dengan cinta orang bisa mati-matian berusaha untuk mencari uang. Nyatanya, sekarang banyak hubungan antar manusia yang tidak didasari oleh cinta. Hasilnya keharmonisan sulit dicapai.

Hubungan yang berdasarkan harta tetapi kurang rasa cinta bagi saya hanyalah suatu bentuk lain dari prostitusi, dan menurut saya pernikahan seharusnya tidak perlu terjadi jika hanya itulah tujuannya dan kesalahan yang kamu perbuat sampai kedepannya dan membuahkan anak yang tidak dibesarkan oleh cinta (misalnya oleh pengasuh, anak yang diacuhkan karena orang tuanya sibuk oleh pekerjaan mencari uangnya, dsb.) saya rasa setara dengan dengan kesalahan jual beli badan.

Jadi menurut saya daripada menjalin hubungan berbasiskan uang tanpa cinta, lebih baik berbisnis prostitusi saja.

Kamis, 29 Agustus 2013

Antara Uang dan Kebahagiaan

Banyak orang (miskin) bilang begini: "ngapain jadi orang kaya kalo banyak duit bikin hidup kita jadi ga tenang". Sebenarnya kalau diperhatikan kalimat itu bisa jadi bumerang untuk mereka. Udahlah miskin, sok juga memikirkan kehidupan orang kaya dengan pandangan negatif. Jadi sebenarnya yang tidak tenang memikirkan uang itu siapa ya? Si kaya atau si miskin?

Memang, banyak orang dan pepatah juga berkata "uang tidak bisa membelikanku kebahagiaan", tapi sejak sistem perdagangan yang semakin kompleks, sudah tidak ada apapun lagi yang gratis. Saya ulangi, tidak ada yang gratis, yaa di bumi ini. Apapun yang ingin kita lakukan, apapun yang ingin kita kerjakan, semuanya kita harus memiliki modal untuk mendapatkannya.

Mungkin puluhan atau ratusan tahun yang lalu dimana uang masih bukan alat tukar utama, yaa uang tidak selalu bisa membelikanmu kebahagiaan, masih ada cara lainnya seperti barter, dan orang-orang juga masih bisa suka rela memberikan jasa kepadamu. Tetapi setelah era modern dimana uang digunakan sebagai dasar alat tukar baik dengan barang atau jasa, bisa dipastikan hampir mustahil untuk mendapatkan sesuatu tanpa uang, dan manusia modern sudah terbiasa untuk itu. Bahkan ungkapan klasik tentang uang dan ketenangan (kebahagiaan) yang saya sebutkan di awal itu menurut saya tidak mungkin berlaku lagi. Hampir tidak mungkin kamu bisa mendapatkan ketenangan tanpa uang? Sampai kamu dikubur pun, ada biaya tanah, gali dan pengantaran kamu ke tempat peristirahatan terakhir yang paling tenang di bumi.

Hidupmu sudah tidak gratis lagi, apa lagi kebahagiaan hidupmu. Janganlah berpelit kepada diri sendiri dengan harta yang kamu punya, dan juga janganlah berpelit jasa atau barang untuk mendapatkan uang (maksudnya semangatlah bekerja untuk mencari uang), karena hampir segala sesuatu yang kamu inginkan hanya bisa didapatkan dengan uang, baik secara langsung atau tidak langsung. Dan jangan lupa juga untuk membagi kebahagiaanmu kepada orang yang kurang dan belum bahagia. Karena kebahagiaan yang kamu dapat tidak kamu dapat dengan sendiri, melainkan melibatkan banyak orang, apa salahnya kamu membagi kebahagiaanmu juga?


Terimakasih telah membaca...

Sabtu, 24 Agustus 2013

Tips NutsArea: Memasang Alarm & Bangun Pagi

Apakah kamu punya masalah seperti tidak bisa bangun pagi padahal sudah memasang alarm? Atau mungkin kebiasaan kamu menekan tombol tunda atau snooze sampai tidak sadar ternyata sudah puluhan kali kamu menekannya sampai ternyata kamu terlambat? Kalau begitu masalahnya bukan pada alarm kamu, tetapi ada pada kamunya sendiri.

Tapi saya punya beberapa saran untuk kamu sebelum memasang alarm dan tidur di malam hari agar bisa bangun tepat waktu. Berikut tips-nya:

1. Posisi Alarm
Usahakan posisi alarm atau handphone kamu berada di dekat kamu, jangan taruh di kamar teman/keluarga kamu. Haha, ngelantur dikit. Tapi ada benarnya, kalau kamu tidur di tempat kost yang satu kamar berisi lebih dari satu orang, jangan juga taruh alarm kamu di dekat teman kamu, karena kamu lah yang harusnya bangun, bukan orang lain, jangan sampai bunyinya mengganggu tidur orang lain.

Jumat, 23 Agustus 2013

Cinta Indonesia?

Maaf agak telat, tulisan ini sebenarnya sudah disusun sebelum 17 Agustus kemarin, tetapi karena terlalu banyak kerjaan dan kemarin itu benar-benar lupa tentang ini, jadi baru sempat diselesaikan hari ini. Ya daripada basa basi lagi langsung saja.

Siapakah atau apakah Indonesia yang kalian cintai? Apakah negaranya, rakyatnya, pemerintahnya, presidennya atau kalian sendiri tidak tahu apa yang kalian cintai? 

Lalu apa juga alasan kalian mencintai Indonesia? Apakah karena memang tempat lahir dan besarnya kamu, atau karena orang tuamu anggota veteran yang berperan dalam memerdekaan, atau kalian tidak tahu juga alasan kalian mencintai negara kalian? Atau mungkin tidak punya alasannya?

Mungkin sebelumnya yang belum pernah baca, bisa dibaca dulu tulisan yang lalu tentang rasa sayang dan cinta. Oh iya ada juga yang bagus disini & disini.