Rabu, 30 November 2016

GPU/VGA: Bagaimana memilihnya? [Tips Komputer Bag. 2]

GPU/VGA banyak jenisnya dan banyak serinya, kalau kamu tidak pandai membaca sampulnya, maka kamu akan tertipu oleh isinya. Kalau kamu malas membandingkan speknya yang lebih dalam, kenapa tidak membandingkan serinya saja?

Tulisan ini saya buat untuk menyambung tulisan sebelumnya, untuk memberikan pengetahuan dan menghindari kerugian. Saran utama saya, jika kamu baru akan membeli GPU/VGA carilah yang keluaran lebih baru, setidaknya tidak lebih dari 4 tahun kebelakang jika kamu mempertimbangkan budget, tapi utamakan setidaknya yang keluaran 2 tahun kebelakang untuk kenyamanan bermain game. Lalu bagaimana cara memilihnya?

GPU/VGA: Jangan Cuma Lihat RAM & bit-nya saja! [Tips Komputer Bag. 1]

Yaaa, seperti yang sudah saya katakan di tulisan sebelumnya, akhir-akhir ini saya lebih sering bermain game, jadi sekarang temanya adalah VGA/GPU, salah satu komponen vital untuk bermain game di PC dengan nyaman. Tapi karena perkembangan teknologi sangatlah cepat, banyak orang yang tidak bisa mengikutinya, akibatnya banyak yang tidak paham dan banyak pihak penjual yang memanfaatkan hal ini untuk membodoh-bodohi pembeli.

Di dunia komputer, ada dua merek yang paling umum di konsumen, yaitu Geforce dari Nvidia dan Radeon dari AMD (dulunya oleh ATI), keduanya memiliki struktur dan cara kerja yang serupa tapi tak sama tetapi dengan satu tujuan, yaitu untuk mengolah data menjadi gambar. Di tulisan ini saya tidak akan mempermasalahkan perbedaan dari keduanya, tetapi bagaimana cara memilihnya sesuai kebutuhan. Karena kebutuhan gaming tidak cukup untuk menggunakan GPU yang biasa-biasa saja, butuh yang kuat dan cepat. Dan biasanya kuat dan cepat memiliki angka yang lebih besar bukan? Jawabannya, ya dan tidak. Tapi, biasanya yang lebih bagus itu lebih mahal.

Minggu, 27 November 2016

Nut's Area masih hidup, walaupun tidak rajin.

Sudah lama saya tidak posting tentang komputer, sudah lama juga saya absen posting di Nut's Area padahal dulu janjinya sebulan 2x, hahaha. Kenyataannya akhir-akhir ini saya lebih sering main game daripada berpikir kreatif (atau Radioaktif), walaupun sebenarnya ada banyak, hmm, tidak banyak sih, ada beberapa tema yang agak tajam yang ingin saya tulis, mungkin beberapa waktu lagi baru saya akan menerbitkannya. Jadi daripada merusak mood, dan karena Radioaktif sepertinya sedang sulit diterima di masyarakat akhir-akhir ini, saya lebih baik menulis tentang Teknologi dan Sains saja dulu untuk beberapa saat. 

Pada awal tahun sebenarnya saya sudah menyiapkan serial tentang Sains, sampai saat ini sudah terkumpul 9 bagian, dan rencananya akan saya terbitkan di bulan September yang berformat seperti kursus gratis, tapi tidak disangka di pertengahan tahun saya mengalami masa sulit jadi banyak tulisan yang terabaikan. Tapi saya tetap berusaha menyelesaikan semua tulisan saya, walaupun bakal butuh waktu agak lama. Saya juga lebih memilih menunda tulisan serial daripada menerbitkannya secara tidak lengkap.

Untuk kedepannya mungkin saya tidak bisa menjanjikan kalau tulisan akan terbit 2 minggu sekali seperti sebelumnya, tapi saya ingin memberi tahu kalian kalau Nut's Area masih hidup, walaupun tidak rajin.

Jumat, 23 September 2016

Moral Manusia & Hewan - Salah Paham Pengetahuan & Sains Vol. 11


Kamu mungkin masih percaya sesuatu yang jelas-jelas kenyataanya bertolak belakang, tapi karena dasar yang disebutkan oleh adat dan agama, kamu tidak punya pilihan lain. Seharusnya kamu buka mata lebih lebar, berikut adalah contohnya:


55. Hewan tidak punya akal & pikiran?

Ini mungkin didasari oleh agama, "Mengapa manusia lebih sempurna? Karena manusia memiliki akal & pikiran", yang tidak kamu sadari sebenarnya manusia adalah spesies hewan juga. Mereka selalu bilang kalau semua hewan tidak memiliki akal, hewan tidak pintar, dan hewan tidak memiliki perasaan. Mereka selalu bilang kalau semua hewan tidak memiliki pikiran karena hewan selalu melakukan apa yang mereka mau tanpa memikirkan akibatnya, dan lain sebagainya.

Sabtu, 10 September 2016

Hard Disk Drive (2.5") speed: SATA vs. USB 2.0 vs. USB 3.0


Jadi ceritanya beberapa bulan yang lalu saya browsing cari-cari tentang perbandingan kecepatan harddisk yang mirip atau yang sama kalo dicolok ke port SATA, ke USB 2.0 dan ke USB 3.0, dan sayangnya saya ga bisa nemuin hasil yang memuaskan. Jadi sekarang setelah saya punya case/dock harddisk USB 3.0, apa salahnya berbagi info hasil benchmarknya? Berikut perangkat yang saya gunakan:

So, a few months ago I've been looking for comparison speed of HDD speed when it's plugged into SATA, to USB 2.0 and to USB 3.0 of identical or same disk, and surprisingly I did not find any information that satisfy myself. So, after I bought a HDD case/dock that come with USB 3.0 device, I post this benchmark result so, maybe someone looking for this too. For the rig setup, I use:

Berikut perangkat yang saya gunakan:
- Biostar H81MLV3 (2x USB 2.0, 2x USB 3.0, 2x SATA II, 2x SATA III),
- Western Digital Scorpio Blue WD3200BEVT (320GB, 8MB, SATA II, 5400 RPM),
- Orico USB 3.0 Hard disk case.
- Windows 10 1511 64-bit

Test 1:

Dicolok langsung ke port SATA II. (Plugged straight into SATA II port)
HDD -> SATA

Jumat, 02 September 2016

Dilema Bakso

Halo semua! Setelah sebulan lebih absen, saya kembali dengan tema yang enak. Yaitu matematika dibalik Bakso. Siapa juga yang tidak suka Bakso? Semua juga suka pilih-pilih ukuran Bakso, terutama ibu-ibu kalau melihat ukuran bakso kecil dan bakso sedang yang tidak terlalu berbeda ukurannya tapi mereka lebih memilih "baksonya yang kecil-kecil aja ya bang", karena dengan ukuran yang demikian, kelihatannya kalau bakso kecil jadi lebih banyak.

Tapi, kalau kamu mau berhitung sedikit, yaa mungkin tidak sedikit juga dan kemungkinan bisa pakai kalkulator, kamu bisa kaget perbandingan harga dan ukuran bakso yang ditawarkan pedagang, dan keuntungan atau kerugian yang kamu dapatkan dari membeli bakso yang ukurannya berbeda.

Jumat, 15 Juli 2016

Yang seharusnya tidak ada tanpa manusia. (Bag. 2: Hewan)


Buatan alam pasti lebih baik, bukan begitu? Menurut saya tidak juga, banyak hal yang bla bla bla... (anggap saja pembukaannya sama dengan tulisan di Bagian pertama). Berikut adalah contohnya, kali ini edisi hewani:


Anjing

Pernahkah kamu berpikir mengapa jenis Anjing sangat beragam, tapi tetapi semuanya namanya tetap Anjing? Tidak seperti Kambing dan Domba, yang mungkin secara awam hanya berbeda bulu lebatnya saja tetapi dikatakan sebagai spesies hewan yang berbeda, tetapi dari sekian banyak jenis Anjing hanya disebut sebagai berbeda ras atau anakan saja, bukan spesies. Mungkin perbedaan ras sama seperti di Manusia, Kucing, jenis-jenis Apel, Mangga, dan lainnya.
doge, Atsuko Sato

Jumat, 24 Juni 2016

Jadi, niat minta maaf atau apa?

Lebaran sebentar lagi, yaa, untuk jadwal terbit Nut'sArea yang dua mingguan, kalau di posting di terbitan selanjutnya bakal sudah lewat dari harinya. Dan semoga dari jauh-jauh hari bisa lebih banyak yang baca, jadi lebih banyak yang sadar, terbuka mata dan hatinya.

'Idul Fitri atau yang lebih akrab disebut sebagai Hari Lebaran, sebenarnya pada dari sisi bahasa 'Idul Fitri artinya sama sekali bukan kembali suci, melainkan Hari Raya Berbuka Puasa. Mungkin karena kata Fitrah dan Fitri yang bisa dianggap sama. Tradisi utama yang ada di Asia Tenggara yaitu saling bermaaf-maafan, walaupun trandisi ini tidak ada di negara asal islam menurut saya ini adalah tradisi yang sangat bagus. Sesuai arti kata Lebaran, yang melebarkan silaturahmi, agar di hari tersebut muslim bisa lebih bersih dari kesalahan yang pernah dibuat kepada sesama.

Jumat, 10 Juni 2016

Yang seharusnya tidak ada tanpa manusia. (Bag. 1: Tumbuhan)


Buatan alam pasti lebih baik, bukan begitu? Menurut saya tidak juga, banyak hal yang menurut kamu "alami" ternyata tidak akan ada atau tidak akan bertahan sampai sekarang jika tanpa campur tangan manusia, yang bisa diartikan sebagai sudah "tidak alami" lagi. Dan semuanya itu aman-aman saja kok kalau dimakan, bahkan sebagian besar tumbuhan hasil modifikasi tersebut memproduksi nutrisi yang lebih banyak jika dibandingkan versi alaminya. Berikut adalah contoh makhluk tidak alami yang mungkin kamu kira adalah alami:

Jagung

Jagung manis, bukanlah tumbuhan "alami". Manusia sudah melakukan seleksi genetik sejak lebih dari 8.000 tahun yang lalu (GMO secara primitif) di sekitar Amerika tengah.