Kamis, 20 November 2014

Happiness is everything

Kebahagiaan adalah segalanya,
segalanya adalah kebahagiaan,
itu artinya jika saya bisa mendapatkan segalanya, saya bahagia.

Jumat, 07 November 2014

Itukah Agamamu?

Peringatan! Para keras kepala tidak dianjurkan untuk membaca.

Saya ingin bertanya, apa agamamu? Dan apa lagi agamamu? Yang saya maksud, agama apa saja yang kamu anut? Saya yakin hampir semua muslim, atau yang mengaku beragama islam akan selalu berkata "agama saya hanyalah islam, bukan yang lain dan tidak ada yang lain", tapi apakah kalian yakin dengan jawaban kalian?

Kalian pasti tidak sadar kalau agama yang kalian anut sudah membaur dengan agama lain, lalu bagaimana mungkin kalian masih mau mengklaim agama kalian sebagai contohnya "100% ISLAM", "1000% MUSLIM", atau "HANYA ISLAM SAMPAI MATI", dan kalian sudah dididik untuk membenci dan menjauhi agama lain, misalnya kristen dan yahudi, kalian juga selalu menyebut mereka dengan sebutan "kafir" dengan penuh kebencian. Bagaimana jika yang terjadi adalah kafir teriak kafir?

Selasa, 21 Oktober 2014

Kemasan dapat didaur ulang 100%


sumber gambar: kiri atas, kiri bawah
"Demi menjaga kelestarian alam, produk kami hanya menggunakan kemasan yang dibuat dari material yang 100% dapat didaur ulang." Apa yang terpikirkan oleh kamu ketika mendengar kalimat tersebut? Kesan yang baik atau kesan buruk?

Dengan kesadaran manusia yang sebagian sudah bangkit untuk menjaga lingkungan mungkin pernyataan tersebut akan ditanggapi dengan positif, karena kami semua sadar kalau kita menggunakan material yang tidak dapat didaur ulang maka sama saja dengan membahayakan lingkungan, terutama sampah plastik yang butuh waktu hingga jutaan tahun untuk dapat terurai dengan penuh. Sampah plastik akan terus menumpuk dan membuat lapisan yang dapat merugikan organisme dan lingkungan sekitar, misalnya tanaman yang tidak bisa mendapatkan nutrisi karena terhalang oleh plastik, hewan dan ikan-ikan yang anggota tubuhnya tersangkut ke plastik, sampai dengan penumpukan sampah plastik di sungai yang menyebabkan kebanjiran.

Jumat, 03 Oktober 2014

Cantik itu ...

Cantik itu bukan pakaianmu,
Cantik itu bukan make-upmu, 
Cantik itu bukan aksesorismu, 
Cantik itu bukan perhiasanmu,
Cantik itu bukan warna kulitmu,
Cantik itu bukan warna rambutmu,
Cantik itu bukan warna matamu,
Cantik itu bukan postur tubuhmu,
Cantik itu bukan hartamu, 
Cantik itu bukan wajahmu,
Cantik itu bukan banyaknya pujian yang kamu dapat,
Cantik itu bukan sensualmu,
Cantik itu bukan seksualmu,
Cantik itu ketika kamu bisa mengimbangi untuk menghargai dirimu, tubuhmu dan menghargai orang lain yang menghargaimu.

Senin, 01 September 2014

Benar dan Salah?

Seseorang digiring ke pengadilan dengan tuduhan telah dengan sengaja membakar rumah kaca tetangganya dan seluruh isinya, ia akan dikenakan hukuman selama 4 tahun penjara karena ulahnya. Tetapi di akhir putusan, ia dengan santai memberikan keterangan terhadap polisi kalau rumah kaca tersebut adalah tempat pembuatan dan penyimpanan uang palsu. Akhirnya sang tersangka menjadi pahlawan dan sang korban menjadi tersangka dan dikenakan hukuman penjara selama 10 tahun, dan sang pahlawan tidak menerima hukuman sama sekali, bahkan menerima penghargaan. Bukankah dia seharusnya bertanggung jawab juga atas perusakan yang dilakukannya terhadap rumah kaca beserta tanaman di dalamnya yang merupakan milik tetangganya yang kini menjadi tersangka? Mengapa ia tidak mendapat sanksi? Bukannya merusak itu buruk? Lalu apa itu sebenarnya baik dan buruk, benar dan salah?

Minggu, 22 Juni 2014

Terimakasih?

Terimakasih?

Terimakasih, adalah sebuah kata. Hampir semua orang menggunakannya hampir setiap hari, setiap saat. Tapi banyak yang tidak tahu arti sesungguhnya dari kalimat itu, atau mungkin hanya saya yang memiliki pemahaman berbeda tentang kalimat tersebut, mungkin ini berharga untuk berbagi pendapat, tentang apa yang seharusnya diperhatikan saat mengucapkan "terimakasih".

Saya awali dengan "menurut saya".

Senin, 16 Juni 2014

"Berilah kami pekerjaan"

Diluar sana banyak sekali pengangguran, gelandangan dan rakyat miskin lainnya, mereka semua menuntut kepada pemimpin mereka untuk memberikan mereka karenasejahteraan, dengan kata lain, pekerjaan. Tapi di sisi lain ada sifat yang tidak mau mereka rubah, dan sifat tersebut yang membuat perekonkmian mereka tidak akan pernah membaik.

Yaitu menolak untuk kemajuan, contohnya adalah menolak untuk pembangunan industri di daerah mereka. Mereka beralasan kalau pembangunan, misalnya mall, hotel, atau pabrik di daerahnya hanya akan merusak lingkungan mereka saja. Tapi di sisi lain mereka menuntut kepada pemimpin unuk memberikan mereka pekerjaan. Padahal tanpa disadari pembangunan industri dan jumlah lapangan pekerjaan itu sangat berhubungan

Dilihat dari sudut pandang lain, mereka yang meminta, tapi mereka juga yang menolak kesempatan mereka untuk mendapatkan pekerjaan. Jadi mulai sekarang cobalah rubah cara pikir kalian. Kalau karena masing-masing pilihan mempunyai sisi positif dan sisi negatif, kalau kalian menginginkan penyediaan lapangan pekerjaan, kalian harus menerima resiko perubahan lingkungan menjadi industri, dan jika kalian menginginkan lingkungan yang tetap alami, kalian harus menerima resiko tidak adanya lapangan pekerjaan yang cukup untuk kalian. Atau kalian lebih memilih menjadi wirausaha di lingkungan kalian tinggal? Mengertilah pilihanmu. Karena tidak kesuksesan tanpa pengorbanan.

Kamis, 15 Mei 2014

Internet dahulu...

Dahulu, internet adalah tempat yang mengasyikan.
Dimana mataku bisa terbuka lebar tentang komunikasi dan informasi.
Dimana saya tidak bisa setiap saat masuk kedalamnya setiap saat.
Dimana kita membutuhkan dana dan sarana untuk masuk kedalamnya.
Dimana dunia maya serasa seperti Dunia Fantasi, kita tidak bisa kesana kapanpun dan selama apapun,
Dahulu internet menggunakan dial-up dari jalur telepon.
Dimana disaat melakukan koneksi internet, ada musik dubstep jika kamu mengangkat telepon.
Dahulu internet hanya didominasi oleh huruf-huruf saja.
Dahulu kita bergembira riang disana.
Ramai dan tidak individualis.
Bebas, sebebas-bebasnya.
Sharing tanpa batas, dan privasi bukan berada di internet.

Dahulu orang-orang berbagi di mailing list, tidak di status.
Dahulu kita menjawab semua pertanyaan yang diposting, bukan mengomentarinya.
Dahulu kami memiliki banyak teman di internet.
Dahulu yang kami sebut teman adalah teman sungguhan, bukan hanya sekedar "daftar teman".
Dahulu ketika bertemu teman baru kami menulis "ASL?", bukan "TFC" atau "FOLBACK?"
Dahulu jejaring sosial mempertemukan seseorang di dunia nyata.
Dahulu jejaring sosial adalah media stalking, bukan media narsism. 
Dahulu chat room adalah tempat mengobrol, bukan tempat promosi.
Dahulu blogging adalah dairy online dan tempat mencurahkan pikiran, bukan tempat berjualan, download bajakan atau repost berita.
Dahulu kami  mencari gambar pemandangan untuk dijadikan wallpaper pc, bukan untuk ditulisi "kata mutiara wanna-be" dan di upload ulang.

Dahulu kami merasa dekat walau dalam kejauhan, sekarang kami merasa jauh walau berdekatan.

Tolong, kembalikanlah internet seperti dahulu.

Dan tolong, kembalilah dari dunia maya dan berpeganganlah di dunia nyata.