Rabu, 08 Januari 2014

NUTSOVERTONE

 
Ini adalah gambar yang pernah saya buat untuk promosi proyek musik pribadi, namanya Nutsovertone, namanya unik, bisa diartikan Nuts Over Tone (tergila-gila terhadap nada) atau Nuts Overtone (Gila Overtone [overtone di musik=nada backing lebih tinggi dan terharmoni]) dan juga Nuts (kadang saya menyebutnya Prof. Nuts) adalah salah satu tokoh fiksi yang dahulu pernah hidup di dalam NutsArea bersamaan dengan Violet (unpublished) yang sangat menginspirasi saya untuk menulis, yang kemudian lenyap bersamaan dengan ditutupnya subdomain co.cc dan webhost tempat Nuts & Violet hidup.

Yaa, seperti yang dilihat, sampai sekarang hanya ada beberapa musik yang berhasil diproduksi dengan baik, dan sayangnya semuanya proyek chiptune, versi pertamanya ada disini & yang diperbarui ada disini.
Sebagai catatan, semua musik yang sudah saya tulis sampai tulisan ini dipublish, proyek Nutsovertone sedang tenggelam dalam "development hell".

Hahaha.

Senin, 06 Januari 2014

Kesan Pertama

Hampir semua orang pernah sekolah kan? Bayangkan kamu datang di hari pertama sekolah, dan kamu belum memiliki seorang pun teman disana, apa yang kamu lakukan? Mencari teman, pastinya. Dan untuk mencari teman kamu harus memberikan kesan pertama yang bisa diterima calon temanmu, dan dia juga harus memberikan kesan yang baik untukmu sejak awal pertemuan. Di situasi dimana beberapa orang yang tidak saling kenal bertemu untuk berkenalan, biasanya sebagian besar orang melakukan suatu hal dengan maksimal, dengan kata lain, berbohong agar terlihat lebih baik. Ya, walau kamu tidak pandai dalam hal ini.

Lanjutkan membayangkan, kamu adalah anak yang biasa-biasa saja, tidak terlalu pintar dan tidak terlalu bodoh, tidak menginginkan pergaulan yang nakal dan tidak menginginkan pergaulan yang terlalu baik. Lalu kamu berkeliling melihat-lihat lingkungan dan mencari teman di sekolah barumu, kamu terus melihat dan melihat. Sebagian anak terlihat terlalu bandel, dan sebagian anak terlihat terlalu kalem dan kamu belum menemukan apa yang kamu cari. Sampai akhirnya pembagian gugus dimulai dan kamu duduk tepat di sebelah anak yang tidak lama kemudian kamu ketahui kalau dia itu banyak omong, sok tahu dan sepertinya beberapa dari perkataannya hanyalah khayalan atau bualan saja, sebut saja dia "Si A", yang jelas dia benar-benar membuat kamu bosan hanya dalam waktu 15 menit setelah berkenalan, dan kamu seperti tidak ingin berteman terlalu dekat dengannya. Tapi apa daya, sepertinya takdir berkata lain, kamu ditempatkan segugus dengan "Si A". Perlahan di hari itu juga kamu berusaha berkenalan dengan anak lainnya untuk menjaga jarak dengan "Si A".

Minggu, 05 Januari 2014

Pikiran?

Aku selalu ingin memikirkan apapun yang tidak pernah orang lain pikirkan. Dan aku ingin selalu seperti itu.

Rabu, 18 Desember 2013

Kamu dan mereka.

Sebagian orang memang tidak bisa dikoreksi,
sedangkan sebagian orang lainnya sibuk mengoreksi orang lainnya.
Memang, sebagian orang tidak pernah mau mendengar,
dan sebagian lainnya tidak pernah berhenti bicara.

Seringkali orang mengeluh karena orang lain tidak bisa untuk mengerti dirinya,
seringkali ia tidak sadar kalau dirinya sendiri tidak bisa mengerti orang lain.
Mereka menyuruh dia untuk berusaha untuk dirinya sendiri,
tetapi mereka sendiri tidak sadar kalau mereka sendiri tidak berusaha.
Mereka menyuruh dia untuk berubah,
tidak sadar kalau mereka tidak bisa merubah diri mereka sendiri.

Mereka mengeluh mereka sedang tertekan, kepada orang yang tertekan.
Mereka teriak kesakitan, kepada orang yang sedang kesakitan.
Mereka mengadu dilecehkan, kepada orang yang dilecehkan.
Mereka mengeluh tidak bahagia, kepada orang yang tidak bahagia.
Kalian berharap, kepada orang yang sedang berharap.
Kalian menyesal, kepada orang yang menyesal.
Kalian mati, di tangan orang mati.

Mata mereka tidak pernah akan terbuka lagi.
Sampai nanti saatnya terbuka, ia akan sadar kalau temannya, keluarganya, lawannya, dan orang-orang lainnya, adalah diri mereka sendiri.

Rabu, 11 Desember 2013

Bagaimana kamu bisa tahu?

Pernahkah kamu bertanya-tanya ketika membaca buku atau berita, atau mungkin ketika mendengarkan dongeng atau mitos, apakah cerita yang mereka berikan itu berdasarkan kenyataan atau hanya cerita yang dibuat-buat saja. Misalnya untuk dongeng saya ambil cerita tentang Malin Kundang, apakah isinya hanya buatan manusia? Sedangakan terdapat batuan yang katanya adalah bukti kalau cerita tersebut adalah asli. Tapi, tidak menutup kemungkinan juga kalau batuan yang berbentuk manusia dalam posisi sujud ditambah lagi haluan kapal yang hancur itu merupakan buatan manusia juga. Jadi dari cerita tersebut entah semuanya adalah asli, atau hanya ceritanya saja yang dibuat-buat sedangkan batuannya hanya kebetulan dari hasil alami, atau baik cerita dan batuannya juga merupakan buatan manusia? Lalu bagaimana kamu bisa tahu kalau itu benar atau salah? Dan, apakah ada hal yang mereka tutupi dari ceritanya? Lalu bagaimana kamu bisa tahu?

(rekaman otopsi alien. Santilli)
Seperti teori konspirasi pendaratan di Bulan yang menimbulkan banyak perdebatan apakah Armstrong dkk. benar-benar mendarat di bulan atau di studio, dan tragedi Roswell dengan rekamannya yang terkenal dengan sebutan Alien Autopsy pada tahun 90an yang akhirnya beberapa tahun yang lalu ternyata seorang produser bernama Ray Santilli mengaku bahwa rekaman itu adalah palsu yang dibuat olehnya dengan bantuan beberapa teman dan kerabatnya. Kalau ada yang ingat, sebelum pengakuannya terungkap, hampir semua orang percaya dengan kebenaran rekaman pembedahan alien tersebut. Dan setelah pengakuannya terungkap ternyata masih ada saja orang yang percaya kalau rekaman itu adalah asli dan menganggap Santilli lah yang berbohong. Sekarang yang jadi pertanyaan, dimanakah letak kebohongan itu terjadi? Apakah pada rekamannya, atau pengakuan Santilli?

Alam semesta memang penuh dengan tanda tanya, setelah satu pertanyaan terjawab akan muncul pertanyaan lain setelahnya. Tapi apakah jawaban dari pertanyaan tersebut memang benar apa adanya dan bisa dibuktikan? Apakah ada jawaban yang ditutupi kesalahannya? Atau apakah masih ada kesalahan yang menunggu untuk terkuak?

Rabu, 04 Desember 2013

Quote: Tentang Kritik Untuk Agama

"Orang yang beragama (terutama golongan garis keras) itu ga bisa dikasih masukan (kritik) untuk memperbaiki sistem agamanya, mereka lebih memilih mencari masalah lain dengan harapan kekurangannya bisa dimaklumi atau terlupakan daripada memilih untuk memperbaiki diri."

- Aziz Abdurachman

Rabu, 20 November 2013

Jadi teman saat butuh?

Siapa yang punya teman yang hanya datang saat dia butuh bantuanmu saja? Sepertinya hampir semua orang punya teman yang seperti itu. Tapi apakah sifat seperti teman yang datang saat butuh itu salah dan pantas untuk dicela? Hmm, menurut saya sifat itu bisa saja masih wajar dan bisa juga kurang ajar.

Pertama, yang tidak kita sadari, kita adalah makhluk sosial, yaitu makhluk yang tidak mungkin bisa hidup sendiri, selalu membutuhkan orang lain. Sudah menjadi sifat dasar manusia untuk meminta bantuan orang lain untuk menyelesaikan masalah. Dan sudah sifat dasar manusia untuk mengharapkan imbalan dari apa yang sudah diberikan.

Kedua, sebagai teman, kita seharusnya tahu resiko dari tidak mendapatkan imbalan atau balas budi, karena itulah tujuan berteman, bukan untuk mengambil keuntungan saja.

Senin, 18 November 2013

Dunia Mimpi atau Dunia Nyata?

Saya pernah, dan mungkin sering mengalami mimpi yang bersambung, misalnya di mimpi tiga hari yang lalu terasa seperti lanjutan mimpi dari satu, dua atau beberapa hari sebelumnya. Mungkin kalian juga pernah mengalami yang seperti ini. Hal ini membuat saya merasakan seperti mempunyai dua kehidupan yang berlanjut, satu di dunia mimpi dan satu lagi di dunia nyata.

Kadang saya bertanya-tanya, dimanakah saya benar-benar tinggal? Apakah saya adalah makhluk yang tinggal di dunia yang serba terbatas, selalu tergantung oleh kemampuan dan hukum (fisika) yang berlaku. Tidak bisa terbang, tidak bisa menghilang, tidak bisa mengulang waktu, tidak bisa hidup abadi atau hidup lagi setelah mati, tidak bisa menciptakan sesuatu dengan pikiran, dan sebagainya. Hanya bisa menjalani hidup dengan normal, dan selalu menginginkan kehidupan yang serba bisa, tetapi semuanya itu hanya bisa dilakukan di dalam mimpi saja. Atau, mungkin sebaliknya? Apakah saya adalah makhluk dari dunia yang serba bisa yang selalu memimpikan untuk hidup normal?

Jika ini alam mimpi, bolehkah saya terbangun untuk sadar? Dan jika ini alam sadar, bolehkah saya tidur untuk bermimpi?

Senin, 21 Oktober 2013

Maaf..., Dan Lupa.

Kalimat ini sedang trending di kalangan remaja, mungkin kamu pernah membacanya juga, isinya  kurang lebih seperti ini:
Coba kamu ambil sebuah piring, lalu banting ke lantai. Apakah piring itu pecah?
Lalu coba katakan "maaf, saya menyesal" kepada piring itu.
Apakah piring itu kembali utuh seperti semula?
Sekarang apakah kamu mengerti?
Sejak pertama membaca kalimat itu saya hanya tersenyum, beberapa bulan yang lalu saya membacanya di salah satu forum di internet, kalimat itu masih berbahasa inggris dan belum masuk ke Indonesia, masa sebegitu mudahnya menyamakan manusia dengan piring? Dan sayangnya kalimat tersebut akhirnya sampai juga ke remaja indonesia dan sering di sebut-sebut di jejaring sosial.

Ya memang perumpamaan itu dikemas sedemikian rupa hingga menjadi menarik dan bermakna dalam seperti itu, mereka bermaksud memberi tahu kalau kata "maaf" tidak akan bisa mengobati rasa sakit hati mereka. Haha, sebegitu labilnya kah kalian para remaja?